nGeJurnal, nYok…

verba volant, scripta manent…

Kompetensi Komunikasi

with 2 comments

Foto: lcsc.edu

Foto: lcsc.edu

Kompetensi komunikasi sama dengan kemampuan seseorang dalam berkomunikasi. Meskipun setiap hari orang berkomunikasi, tetapi jarang orang yang tahu sejauh mana efektivitas komunikasi kita, baik secara individual, sosial, maupun secara profesional.

Kompetensi sendiri memiliki pengertian kemampuan seseorang yang meliputi keterampilan, pengetahuan, dan sikap dalam melakukan sesuatu kegiatan atau pekerjaan tertentu sesuai dengan standar-standar yang telah ditetapkan. Kata kunci dari kompetensi adalah kemampuan yang sesuai standar.

Sedangkan kompetensi komunikasi memiliki pengertian kemampuan yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sesuai dalam mengelola pertukaran pesan verbal dan non-verbal berdasarkan patokan-patokan tertentu.

Adapun komponen-komponen kompetensi komunikasi digambarkan dalam skema berikut:

Knowledge (pengetahuan) + Skills (keterampilan) + Attitude (sikap) = Communication Competency

Foto: fulcrum-management.co.uk

Foto: fulcrum-management.co.uk

Sedangkan 3 ukuran kompetensi komunikasi, adalah:

  • Pemahaman terhadap berbagai proses komunikasi dalam berbagai konteksnya
  • Kemampuan perilaku komunikasi verbal dan non-verbal secara tepat
  • Berorientasi pada sikap positif terhadap komunikasi

Dikatakan kompeten, bila memenuhi 3 komponen d atas.

Bisa disimpulkan, bahwa komunikator yang kompeten harus memiliki syarat berikut:

  • Mengerti apa yang harus dilakukan dalam berbagai peristiwa komunikasi
  • Mengembangkan perilaku yang dapat menghasilkan pesan yang tepat
  • Peduli pada pentingnya tindakan dan proses komunikasi

Adapun 4 tingkatan kompetensi menurut William Howel dalam Griffin, 2003: 425 adalah:

  • Unconscious Incompetence
    Tidak sadar dan tidak bisa melakukan apa-apa. Dimaksud tidak sadar adalah telah salah menafsirkan pesan atau perilaku komunikasi pihak lain secara tidak sadar. Sedangkan tidak bisa melakukan apa-apa adalah tidak cukup peduli dengan perilaku komunikasinya sendiri. Bentuk kompetensi ini adalah yang paling rendah dari bentuk lainnya.
  • Conscious Incompentence
    Sadar dalam berkomunikasi, tetapi tidak bisa melakukan apa-apa. Dimaksud sadar adalah komunikasi yang dilakukannya tidak efektif dan seringkali terjebak pada salah paham, seperti penanganan konflik yang tidak produktif. Meskipun begitu, mampu melakukan apapun untuk memperbaikinya.
  • Conscious Competence
    Sadar dalam hal berkomunikasi dan mampu melakukan sesuatu. Orang pada bentuk ini mampu mengontrol perilaku komunikasinya secara sadar dan melakukannya terus menerus sehingga menjadi komunikasi yang lebih efektif.
  • Unconscious Competence
    Tidak sadar karena telah menjadi sebuah kebiasaan dan mampu melakukan sesuatu. Bentuk ini merupakan tingkatan paling tinggi dalam kompetensi komunikasi. Orang pada tingkatan ini memiliki kemampuan untuk menyatukan tindakan komunikasi menjadi bagian dari perilakunya sehari-hari. Dia tidak perlu lagi sibuk untuk mengatur perilakunya terus menerus karena secara otomatis dirinya telah menyesuaikan.
About these ads

Written by Yudha P Sunandar

15 November 2010 at 11:07

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. sumbernya dari mana yah

    Jessy

    2 February 2012 at 10:05

    • mas Yudha, kalau boleh tau referensi bukunya apa yah?

      Elin

      9 October 2013 at 20:48


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: