nGeJurnal, nYok…

verba volant, scripta manent…

Pembicaraan Politik

with one comment

Foto: lcsc.edu

Foto: lcsc.edu

Komunikasi politik terdiri dari 2 kata, komunikasi dan politik. Komunikasi sendiri, menurut Carl I Hoveland bermakna process by which an individual transmit stimuly (usually verbal symbols) to modify behaviour of another individuals. Dalam bahasa Indonesia, lebih kurang artinya: sebuah proses yang memungkinkan terjadinya transfer stimulus individu (biasanya berupa simbol verbal) untuk merubah kebiasaan individu lainnya.

Sedangkan menurut Warren Weaver, komunikasi adalah All of the procedure by which one mind can effect another. Dalam bahasa Indonesia, lebih kurang artinya: segala macam prosedur yang memungkinkan sebuah pikiran dapat berefek pada individu lainnya.

Sedangkan politik, menurut Ossip K Flechtheim, ilmu sosial yang khusus mempelajari sifat dan tujuan dari negara, sejauh negara merupakan organisasi kekuasaan, beserta sifat dan tujuan dari gejala-gejala kekuasaan lain yang tidak resmi, yang dapat mempengaruhi negara.

Politik juga bisa dimaknai pemberdayaan elemen-elemen negara, baik ke dalam maupun ke luar. Konsep awalnya adalah kekuasaan yang ditujukan untuk melayani warga negara.

Sedangkan, makna komunikasi politik menurut Astrid S Susanto adalah komunikasi yang diarahkan kepada pencapaian suatu pengaruh sedemikian rupa, sehingga masalah yang dibahas oleh jenis kegiatan komunikasi ini dapat mengikat semua warganya melalui suatu sanksi yang ditentukan bersama oleh lembaga-lembaga politik.

Foto: toonpool.com

Foto: toonpool.com

Komunikasi politik memiliki 3 pola orientasi, yaitu:

  • Orientasi pada kekuasaan
  • Orientasi pada otoritas
  • Oritenasi pada pengaruh

Pembicaraan politik sendiri bisa bermakna para pemimpin atau komunikator politik (seperti: politisi, profesional, pejabat, atau warga negara yang aktif), dengan satu hal yang menonjolkannya sebagai komunikator politik bahwa dia berbicara politik.

Adapun komunikator politik merujuk pada politisi, profesional seperti juru bicara, pejabat, dan warga negara yang aktif menyampaikan kritik terhadap pelayanan negara kepada warganya. Dengan kata lain, disebut sebagai komunikator politik karena yang bersangkutan berbicara tentang politik.

Politik sendiri bukan hanya soal kekuasaan. Proses mengkritisi layanan kesehatan atau kinerja pemerintahan pun termasuk dalam isu pembicaraan politik.

Bagi komunikator politik ini –yakni “siapa” yang “mengatakan” dalam pembahasan mengenai komunikasi politik– proses “mengatakan” berisi pembicaraan politik.

Fokus pembahasan mengenai pembicara politik, umumnya menyangkut tentang:

  • Apa yang membuat pembicaraan bisa menjadi pembicaraan politik?
    Disebut sebagai pembicaraan politik adalah pembicaraan segala hal yang menyangkut kinerja pemerintahan untuk melayani warganya.
  • Bagaimana hubungan antara kata dan permainan kata dengan politik?
    Kata merupakan alat politik. Umumnya, politisi banyak bermain dengan kata yang umumnya ambigu dan multitafsir. Permainan kata ini sangat luar biasa di Indonesia dan seringkali membiaskan permasalahan politik yang sedang hangat dibicarakan.
  • Apa saja guna pembicaraan politik?
    Pembicaraan politik berguna untuk memberdayakan elemen-elemen negara untuk memberikan pelayanan maksimal pada warga negara.
Foto: baycitizen.org

Foto: baycitizen.org

Dalam kehidupan sehari-hari, pembicaraan politik yang dilakukan para politikus, baik itu pejabat maupun yang berusaha menjadi pejabat, merupakan aspek yang sangat penting. Kebanyakan di antara kita mengenal seseorang sosok politik dari pembicaraannya (seperti dalam konferensi pers, pidato, dan pernyataan tertulis) atau karena apa yang orang katakan tentang dia. Sehingga, pembicaraan politik merupakan titik terbangunnya citra seseorang politikus.

Melalui pembicaraan politik, seorang Jurnalis politik mampu menelaah setiap kata untuk mencari nuansa sindiran atau petunjuk tentang apa yang akan terjadi.

para jurnalis televisi, surat kabar, dan majalah menelaah setiap kata untuk mencari nuansa sindiran, atau petunjuk tentang apa yang akan terjadi. Sehingga, orang bisa menyimpulkan apa saja dari apa yang disampaikan elit politik. Dalam hal ini, politik menarik karena ada nuansa “kira-kira” atau perkiraan. Jurnalis politik bisa dengan mudah mengangkat peristiwa karena apa yang merupakan pembicaraan politik bisa selalu menjadi berita.

Menurut David VJ Bell, ada 3 jenis pembicaraan yang mempunyai kepentingan politik, yaitu:

  • Pembicaraan Kekuasaan
    Untuk mempengaruhi orang lain, bisa dilakukan dengan ancaman dan janji. Bagaimana pun, kunci pembicaraan kekuasaan ketika seorang pejabat mempunyai kemampuan untuk mewujudkan janji ataupun ancaman.
    Ancaman dan janji terletak di kutub yang bertentangan dan berbeda. Meskipun begitu, intinya adalah pembicaraan kekuasaan.
    Berdasarkan penelitian, kebanyakan janji adalah bohong, dan bohong adalah kekerasan yang disampaikan dengan cara halus dan lembut. Dalam hal ini, kekerasan termasuk dalam kategori ancaman, sehingga termasuk dalam bentuk kekuasaan.
    Contoh pembicaraan kekuasaan di Indonesia adalah pernyataan SBY tentang kemungkinan adanya kekuatan yang menunggangi aksi demo yang digelar elemen masyarakat sipil dalam rangka memperingai Hari Anti Korupsi se-dunia pada 9 Desember 2009 lalu.
  • Pembicaraan Pengaruh
    Janji dan ancaman yang merupakan alat tukar pada komunikasi atau pembicaraan kekuasaan, pada pembicaraan pengaruh alat-alat tersebut bisa diganti dengan nasihat, dorongan, dan permintaan. Dengan kata lain, pembicaraan pengaruh lebih bersifat ajakan, tetapi masih bersifat hukum dalam batasan yang wajar.
  • Pembicaraan Otoritas
    Berbentuk pemberian perintah. Pembicaraan atau pernyataan otoritas, misalnya dengan kata-kata “Lakukan!” atau “Dilarang!”. Penguasa yang sah adalah suara otoritas dan memiliki hak untuk dipatuhi.

Ketiga pembicaraan politik ini diterapkan pada situasi yang berbeda. Bila mensyaratkan kompromi, menggunakan Pembicaraan Pengaruh. Sedangkan pada pembicaraan otoritas, mengharuskan tindakan tegas. Adapun pembicaraan kekuasaan, digunakan untuk mengancam hal-hal yang membahayakan negara.

Written by Yudha P Sunandar

31 October 2010 at 00:57

Posted in Komunikasi Politik

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. keren…, harus nya para politisi kita ngomongnya pake ilmu biar keren juga… jangan sampe masyarakat bingung.. di bilang politisi gadungan.. tapi da anggota dewan… disebut politisi asli…da pas ngomong membual mulu persis gadungan he he he he he

    agus.setiyadi

    31 October 2010 at 04:43


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: