nGeJurnal, nYok…

verba volant, scripta manent…

Pendekatan dan Model Manajemen Komunikasi

leave a comment »

Foto: robertmasters.com.au

Foto: robertmasters.com.au

Manajemen komunikasi memiliki 3 pendekatan, yaitu:

  • Positivistik [Fungsionalis]
    Inti dari pendekatan ini dilatarbelakangi oleh hubungan sebab akibat. Contoh dari pendekatan ini adalah hasil survei yang menyatakan bahwa anak-anak yang sering menonton tayangan kekerasan, cenderung agresif. Contoh lainnya adalah iklan berdurasi 30 detik yang pemutarannya diulang setiap 15 menit sekli, akan berdampak besar kepada masyarakat. Hal ini dilatarbelakangi oleh hubungan sebab-akibat.
    Contoh yang lain tentang poster musik Rock yang kata-katanya disesuaikan dengan penggemar dangdut secara global dan menyamaratakan semua penggemar dangdut.
    Ciri khas lainnya dari pendekatan ini adalah pesan merupakan hasil ide dari komunikator.
  • Interpretif
    Dilatarbelakangi oleh prinsip bahwa setiap orang memiliki keunikan dan keinginannya sendiri. Sehingga sebuah poster harus dibuat dengan bahasa yang disukai oleh pasar. Informasi yang disampaikan cenderung segmented, sehingga mensyaratkan riset tentang segmentasi pasar.
    Untuk pendekatan ini, akan banyak kesulitan bila menggunakan bahasa global. Bagaimana pun, informasi yang dibuat bergantung pada komunikan dan lebih banyak bergantung pada kecenderungan komunikan.
    Salah satu contohnya adalah poster yang dibuat untuk penggemar Hardcore Rock, tentu akan berbeda bahasanya dengan poster yang dibuat untuk penggemar Klasik Rock.
  • Integratif [Kritis]
    Menggabungkan pendekatan positivistik dan interpretetif. Informasi yang disampaikan merupakan gabungan antara keinginan komunikan dengan ide dari komunikator. Keinginan komunikan bisa diambil salah satunya melalui survei.
    Pendekatan ini disebut pendekatan kritis karena mengacu pada hubungan antar individu dengan individu lainnya. Seperti orang-orang kritis yang biasanya membedakan kata-kata tertentu. Contohnya membedakan antara mahasiswa dan mahasiswi.

Kebanyakan media massa di Indonesia saat ini memiliki kecenderungan menggunakan pendekatan positivistik. Padahal, sebaiknya mereka menggunakan pendekatan yang integratif.

Model Manajemen Komunikasi

Foto: askcmp.com

Foto: askcmp.com

Model adalah representasi suatu realitas dengan menonjolkan unsur-unsur tertentu yang dianggap penting. Model bukan realitas itu sendiri, tetapi hanyalah gambaran tentang sesuatu dengan mengambil aspek-aspek yang dianggap penting dan menjadi inti dari sesuatu yang digambarkan tersebut.

Tujuan pembuatan model adalah memberikan gambaran informatif bagaimana sesuatu bekerja dan menjelaskan alasan-alasan mengapa penggambaran tersebut dikonstruksi dengan cara tersebut.

Model diwujudkan dengan hal-hal berikut:

  • Model dengan bagan, contoh: flowchart, alur proses, dan alur sistem
  • Model dengan rumus
  • Model dengan kata-kata, contoh: definisi, model komunikasi menurut Harold Laswell
  • Model dengan menggambar benda
  • Model maket

Michael Kaye, dalam bukunya Communication in Management, membuat model komunikasi. Model ini disebut sebagai Model Boneka Matouscha, yang memaparkan bagaimana orang dewasa berkomunikasi.

Model Boneka Matouscha ini membagi komunikasi menjadi 4 lapisan, yaitu:

  • Self
    Lapisan ini terbagi menjadi beberapa bagian:

    • Self Management. Sebelum mengelola komunikasi dengan orang lain, akan lebih banyak mengelola komunikasi dengan diri sendiri.
    • Self Awareness. Bentuk kesadaran tentang siapa dan apa yang diinginkan oleh diri sendiri. Biasanya, terjadi pergolakan batin untuk mampu mengkomunikasikan diri sendiri. Kunci untuk mengelola diri sendiri adalah dengan menempatkan diri.
    • Sefl Analysis. Memetakan apa yang dipunya, kelebihan, serta kekurangan diri. Kecenderungannya, semakin menyadari diri, akan lebih banyak kontak dengan Yang Maha Esa.
    • Self Examination. Melihat sejauh mana kemampuan diri sendiri terhadap sesuatu hal.

    Lapisan ini, fokusnya untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi. Lapisan ini lebih dikenal dengan komunikasi intra-personal, dengan hubungannya dengan diri sendiri.

  • Interpersonal
    • Hubungan antara diri dengan orang lain. Dalam hal ini, seorang diri bergantung pada orang lain. Adapun pendekatan komunikasi yang diterapkan bisa berupa pendekatan fungsional, interpretatif, atau integratif.
    • Interaksi individu dalam menciptakan makna di antara mereka dan tentang sifat serta keadaan hubungan di antara mereka. Makna sendiri berkaitan dengan konstruktivisme yang menciptakan makna secara bersama-sama.
    • Komunikasi antar manusia dapat mempengaruhi satu sama lainnya, dan bagaimana mereka berubah merupakan hasil interaksi di antara mereka.

    Bagaimana pun, hubungan interaksi antar manusia menghasilkan efek-efek komunikasi. Setiap individu, saling mempengaruhi, yang kemungkinan berefek dan berdampak pada diri individu. Misalnya: perubahan pengetahuan, pemikiran, sifat, karakter, dan minat.

  • System
    Sistem merupakan gabungan antar individu. Interaksi antara manusia dan sistem (people in system), merupakan komunikasi antar manusia dan disebut juga komunikasi kelompok.
    Hal ini merupakan penjabaran tentang sistem manusia (human system) atau organisasi tempat masyarakat bekerja dan berfungsi, dapat mempengaruhi cara orang berkomunikasi dengan lainnya dalam keseluruhan sistem tersebut.
    Pemahaman dan pengaturan budaya pada sistem manusia, memiliki aturan, norma, nilai, dan aktivitas yang unik, baik secara terbuka (overt) maupun secara tertutup (covert).
  • Competence
    • Mengkonstruksi, mengatur, dan menjelaskan makna melalui interaksinya dengan orang lain. Bagaimana pun juga, manusia membutuhkan kompetensi untuk mengelola ketiga aspek di awal.
    • Memahami dan menampilkan kemampuan (ability) untuk mengubah sistem sosial secara keseluruhan. Seorang individu memiliki kemampuan dan kekuasaan untuk merubah sebuah sistem. Dalam hal ini, bisa dijabarkan sebagai sistem komunikasi di satu lembaga atau wilayah.

Foto: masterthebusiness.com

Foto: masterthebusiness.com

Written by Yudha P Sunandar

1 November 2010 at 06:56

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: