nGeJurnal, nYok…

verba volant, scripta manent…

Menantang Asumsi

with one comment

Foto: rat-race-escape-artists.com

Foto: rat-race-escape-artists.com

Asumsi adalah sesuatu yang telah disepakati umum, meskipun tidak 100 persen benar. Berarti juga pola yang biasanya keluar dari proses penyusunan kembali.

Sedangkan berpikir lateral atau berpikir divergen adalah tipe berpikir selektif dan kreatif yang menggunakan informasi bukan hanya untuk kepentingan berpikir tetapi juga untuk hasil dan dapat menggunakan informasi yang tidak relevan atau boleh salah dalam beberapa tahapan untuk mencapai pemecahan yang tepat.

Untuk memudahkannya, berikut perbandingan antara berpikir vertikal dengan berpikir lateral.

  • Berpikir vertikal adalah berpikir logis konvensional yang selama ini kita kenal dan umum dipakai. Pola berpikir ini dilakukan secara tahap demi tahap berdasarkan fakta yang ada, untuk mencari berbagai alternatif pemecahan masalah, dan akhirnya memilih alternatif yang paling mungkin menurut logika normal.
  • Berpikir lateral tetap menggunakan berbagai fakta yang ada, menentukan hasil akhir apa yang diinginkan, dan kemudian secara kreatif (seringkali tidak dengan cara berpikir tahap demi tahap) mencari alternatif pemecahan masalah dari berbagai sudut pandang yang paling mungkin mendukung hasil akhir tersebut.

Dalam hal ini, tujuan berpikir lateral, untuk mempermasalahkan setiap asumsi. Bagaimana pun, tujuan berpikir lateral adalah untuk mencoba dan menyusun setiap pola yang dihadapi.

Dalam kaitannya dengan asumsi, berpikir lateral membuat kita selalu mempertanyakan dan mempermasalahkan setiap asumsi sehingga ditemukan sebuah kenyataan yang benar. Dengan kata lain, berpikir lateral diperuntukan untuk menguji suatu asumsi.

Foto: lepetitecossete.wordpress.com

Foto: lepetitecossete.wordpress.com

Kaitannya dengan pemecahan masalah, berpikir lateral mencoba untuk mengasumsikan batasan-batasan tertentu. Tujuannya untuk mempersempit masalah.

Contohnya saja semua laki-laki adalah maskulin. Batasan yang dipertanyakan: sejauh mana tingkat maskulinitasnya dan untuk kalangan mana saja?

Contoh lainnya, ketika seseorang memberikan alamat dengan hanya menyebutkan kota Jakarta saja. Kemungkinan apa yang ada?

Dalam hal ini, permasalahan dipersempit. Sehingga ditemukan fakta bahwa alamatnya ada di Jakarta Timur dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Pasar Jatinegara.

Dalam menantang asumsi, berarti menantang pentingnya batasan, dan berarti pula menantang kebenaran secara individual.

Sedangkan dalam berpikir lateral, umumnya tidak ada pertanyaan yang menyerang asumsi yang salah. Tidak ada pertanyaan yang menyajikan alteranatif yang lebih baik.

Untuk memecahkan masalah, perlu dilakukan langkah-langkah berikut:

  • Menentapkan batasan-batasannya untuk melakukan penjelajahan dan penyelidikan.
  • Jika batasan yang ditetapkan salah, hanya karena demi mudahnya saja, maka tidak mungkin dapat memecahkan masalahnya.
  • Karena sama sekali tidak mungkin untuk memeriksa ulang segala sesuatu yang telah dianggap benar, maka pada suatu situasi terpaksa harus menerima banyak hal sebagai hal yang dianggap benar, apakah itu suatu situasi masalah atau bukan.
Foto: fc01.deviantart.net

Foto: fc01.deviantart.net

Beberapa contoh berpikir lateral:

  • Penjual bunga yang menawarkan seikat besar bunga Anggrek dengan harga 2 ribu Rupiah, harga yang sangat murah untuk ukuran bunga Anggrek. Perkiraan karena waktu sudah sedemikian siang, sehingga ia harus segera menghabiskan sisa bunga yang dijualnya. Kemungkinannya apa yang telah terjadi?
    • Yang dijual ternyata bukan seikat besar, tetap sebatang bunga Anggrek.
  • Sebuah rumah baru saja selesai dibangun. Pada upacara peresmian, yang hadir merasa bahwa segala yang terdapat dalam rumah itu tampak agak rendah. Langit-langitnya rendah, pintu-pintunya rendah, dan jendela-jendelanya pun rendah. Tidak ada seorang pun mengetahui apa yang terjadi. Kemungkinannya apa yang telah terjadi?
    • Ukuran dan meteran yang digunakan oleh mandor, salah. Sehingga hasil kenyataannya tidak sesuai dengan rancangan awal.
  • Di Swiss, brendi dibuat dari buah pir dan sebuah pir besar terlihat berada di dalam botol. Kemungkinannya apa yang telah terjadi
    • Ada benih buah pir yang masuk ke dalam cairan brendi yang ada di dalam botol. Benih itu kemudian tumbuh dan menjadi sebuah buah bir besar di dalam botol.
  • Seorang tukang kebun diperintahkan untuk menanam 4 pohon yang diatur sedemikian rupa sehingga jarak pohon yang satu dengan pohon yang lainnya persis sama. Bagaimana tukang kebun tersebut mengaturnya?
    • Pohon ditanam di lahan berbentuk limas segitiga sama sisi, dan pohon ditanam di setiap sudutnya.

Written by Yudha P Sunandar

2 November 2010 at 09:20

Posted in Berpikir Kreatif

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. apa dalam mengungkapkan sebuah asumsi akan sebuah permasalahan harus disertai argumentasi yang kuat sebagai dasaran? karena menurut saya asumsi itu adalah sesuatu yang bersifat solusi dari seseorang dalam menyikapi sebuah masalah…

    Heriatna

    13 March 2012 at 01:04


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: